Jumat, 11 Januari 2019

Android dan Pembelajaran

Nama: galang anjasmara
Klas: MPI C

#KONSEP

Dijaman sekarang seseorang ataw semua orang sudah tidak asing lagi dengan yang namanya android.

bahkan anak-anak SD kebanyakan sudah memiliki yang namanya android dan biasanya digunakan untuk :

-bermain game.

-berhubungan dengan orang lain bisa melalui WA, facebook, twiter dan lain-lain.

-dan tak jarang juga digunakan untuk membuka hal-hal yang aneh-aneh.

Oleh karna itu kenapa kita tidak mengembangkan saja teknologi tersebut, dan digunakan dalam dunia pendidikan di lembaga

#SIKAP

Kemungkinan tinggi konsep yang saya anjurkan akan ditolak.

oleh lembaga dikarenakan beberapa hal yaitu :

-tidak semua anak memiliki dana untuk membeli android ataw henpon.

-masih banyak orang tua yang berfikir henpon ataw android, hanya berdampak buruk bagi anak didik.

-dan yang terakhir lembaga takut akan bermasalah, dengan masalah yang saya jelaskan diatas.

#SOLUSI

Untuk mengatasinya masalah diatas saya akan memberikan solusi berikut :

-anak didik bisa ikut dengan temannya ataw lembaga bisa menyiap kan untuk anak didik.

-lembaga menjelaskan kepada para orang tua sisi positif dari konsep tersebut.

-bila kedua masalah diatas diselesaikan, lembaga memiliki kesempatan untuk konsep tersebut diterima.

Memang konsep tersebut, diawal akan terkena banyak masalah akan tetapi bila konsep tersebut berhasil di realisasikan akan berdampak dalam kemajuan pendidikan lembaga tersebut.

Jumat, 16 November 2018

Idestitas

Nama: galang anjasmara
MPI:    5C
Tempat: banjarwati,paciran,lamongan

Salam45

Salam ilmu45

Salam MPI

DEMI ILMU

AKU MAU

DEMI HIDUP DAN MATI KU

Sabtu, 03 November 2018

Sistem informasi manajemen pendidikan kesiswaan

Terdapat berbagai langkah-langkah dasar dapat dilakukan dalam pengembangan sistem informasi yaitu

1. Studi fasibilitas (mempelajari apa saja fasilitas yang diperlukan di lembaga tersebut).

2. Menentukan persyaratan sistem (mengetahui sarat-sarat yang digunakan untuk menjalankan sistem.

3. Merancang dan menerapkan sistem yang perangkatnya terdiri atas basis data (data base), persiapan fisik, langkah-langkah kerja dan solusi program.

4. Perubahan keorganisasian(dengan organisasi yang baik semua akan berjalan dengan lancar)

5. Pengetesan solusi(mengetahui apa yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan)

6. Manajemen proyek(dengan manajemen yang baik proyek akan selesai dengan mudah)

Dalam keterkaitan itu suatu proses pengembangan sistem informasi Manajemen memungkinkan mencapai taraf kualitas yang memadai, tetapi kunci utama untuk mencapai perkembangan tersebut bergantung pada unsure manusia itu sendiri.

Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur kegiatan siswa agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran dilembaga pendidikan (sekolah), lebih lanjut, proses pembelajaran dilembaga tersebut.

Dan berfungsi sebagai wahana bagi siswa untuk mengembangkan diri se optimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi induvidualitasnya, segi sosial, kebutuhan, dan segi potensi siswa lainnya.

Dalam mengembangkan program manajemen kesiswaan terdapat 5 hal yaitu.

1. Manajemen kesiswaan dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen sekolah.

2. Segala bentuk kegiatan manajemen
kesiswaan haruslah mengemban misi pendidikan dalam rangka mendidik siswa.

3. Kegiatan-kegiatan manajemen kesiswaan harus diupayakan untuk memepersatukan siswa yang mempunyai keragaman, latar belakang dan punya banyak perbedaan.

4. Kegiatan manajemen kesiswaan haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan siswa.

5. Kegiatan manajemen kesiswaan harus mendorong dan memacu kemandirian siswa, prinsip kemandirian akan bermanfaat tidak hanya di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat.

Upaya itu akan optimal jika siswa itu secara sendiri berupaya aktif mengembangkan diri sesuai dengan program-program yang dilakukan sekolah. Ruang lingkup manajemen peserta didik mencakup:

1. Perencanaan Peserta Didik

a. Sensus sekolah(yaitu mempelajari sekolah tersebut apakah sekolah tersebut memiliki apa yg dibutuhkan siswa tersebut)

b. Penentuan jumlah peserta didik yang diterima(tiap sekolalah memiliki ruang terbatas oleh karna itu diperlukan pembatasan karna bila sekolah mengabaikan batas jumlah murid kegiatan ajar mengajar akan menjadi bermasalah karna kurangnya ruang dan guru)

2. Penerimaan peserta didik

a. Kebijaksanaan dalam penerimaan peserta didik(membuat sebuah persaratan agar jumblah murit tidak melebihi batas yang dapat ditangani sekolah)

b. Sistem penerimaan peserta didik baru(membuat sistem yang dapat mempermudah penerimaan siswa)

c. Orientasi(mempelajari apa siswa tersebut bisa diterima)

Sistem informasi manajemen kesiswaan merupakan proses pengelolaan dari mulai pengumpulan data hingga menjadi informasi, termasuk proses pertransferan informasi tehadap siswa dari mulai penataan dan pengaturan terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik sejak peserta didik masuk sekolah sampai keluar dari sekolah secara efektif dan efesien.

Sistem informasi manajemen kesiswaan ini sangat berguna sekali bagi sekolah dan terutama bagi siswa. Diantara kegunaan sistem informasi manajemen kesiswaan bagi siswa yaitu:

#Menyediakan suatu media bagi siswa untuk memantau perkembangan baik dari sisi akadmik, maupun non akademik.

#Membantu siswa dalam memperoleh informasi mengenai mata pelajaran yang disajikan di sekolah dan meningkatkan prestasi siswa melalui database bahan pelajaran dan soal latihan.

#Membantu siswa dalam persiapan sebelum memasuki jenjang pendidikan dan selanjutnya.

#Merencanakan karir dan mengembangkan kemampuan social atas dasar informasi dan pengetahuan akan dirinya sendiri, sekolah, Lingkungan kerja dan masyarakat.

Sebagai seorang menejer kepala sekolah bertanggung jawab memberikan layanan kepada siswa dengan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang mereka perlukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien. Kaiatannya dengan sistem informasi kesiswaan, ada beberapa factor yang dapat menjadi syarat keberhasilan sistem.

#. Saran
Sebagai seorang menejer pendidikan (Kepala Sekolah/ Madrasah) dalam penggunaannya Kesiswaan ini haruslah bijaksana, dengan terlebih dulu memahami keadaan dan kemampuan siswa tersebut dikarenakan dengan mengetahui akan mempermudan kegiatan ajar mengajar dan menempatkan siswa ditempat yang tepat saat pembelajaran.